Makna Yang Terkandung Dalam Rukun Iman

rukun iman dan rukun islam – Selain rukun Islam, ada rukun iman yang harus diingat dan diyakini oleh umat Islam. Rukun Iman sendiri berasal dari dua kata, yaitu “rukun” yang berarti tiang atau tiang, dan “iman” yang berarti amanah. Dengan kata lain, rukun iman adalah rukun iman yang harus dimiliki oleh setiap muslim di dunia.

“Rasul telah beriman kepada Alquran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian juga orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasulnya-Nya,” (Al-Baqarah: 285).

Dalam kehidupan, umat Islam juga dituntut untuk memahami dan mengamalkan setiap ayat dalam rukun iman dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi jika Anda tidak mengingat dan memahami arti dari pilar pendeta ini, bagaimana Anda mempraktekkannya?

Jika iya, simak 6 Rukun Islam dan Maknanya di bawah ini yang wajib diingat oleh umat Islam, ya!

1. Iman kepada Allah

Pertama, beriman kepada Allah SWT. Dalam ayat pertama ini, umat Islam dituntut untuk meyakini dan meyakini bahwa satu-satunya Tuhan yang berhak disembah adalah Allah SWT. Umat ​​Islam juga dituntut untuk beriman dan meyakini bahwa Allah menciptakan seluruh alam semesta dan segala isinya.

“Berimanlah kamu kepada Allah dan malaikat-Nya dan kitab-kitab-Nya dan utusan-utusan-Nya dan hari kiamat dan imanlah kamu pada kepastian Allah dalam baik dan buruknya,” hadist Imam Nawawi dalam Arbain.

2. Iman kepada malaikat

Selain itu, umat Islam diwajibkan untuk beriman kepada malaikat Allah. Malaikat itu sendiri diciptakan oleh Tuhan dari cahaya. Diantara sekian banyak malaikat yang diciptakan Allah, kita diminta untuk mengenal 10 malaikat, yaitu Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Munkar, Nakir, Raqib, Atid, Malik dan Ridwan. Pelajarannya adalah mengingat peran bidadari di atas akan menyadarkan kita akan kebaikan dan keburukan di dunia. Selain itu, kita semakin sadar akan kebesaran Allah SWT melalui salah satu ciptaan-Nya yang mulia, yaitu malaikat.

3. Iman kepada kitab-kitab Allah

Allah mengirimkan kitab suci kepada para nabi dan rasul untuk membimbing umat-Nya. Bagi umat Islam, kita harus meyakini setiap ayat dalam Al Qur’an. Melalui Al-Qur’an, kita memahami perilaku dasar menjadi seorang Muslim di dunia.

4. Iman kepada Rasul

Selain itu, umat Islam harus beriman kepada Rasulullah. Rasul sendiri adalah utusan Allah, dan Allah telah menurunkan kepadanya. Berbeda dengan nabi, wahyu yang diberikan kepada rasulnya oleh Allah diperintahkan untuk dibagikan kepada manusia. Oleh karena itu, tidak semua nabi adalah rasul, tetapi semua rasul adalah nabi otomatis.

5. Iman kepada hari akhir (kiamat)

Apakah Anda percaya bahwa akhir atau akhir akan datang? Dalam Islam, semua Muslim harus percaya bahwa akhir dunia benar-benar ada. Pada hari itu, semua perbuatan baik dan jahat akan dihitung dan diukur secara adil. Jika perbuatan baikmu lebih berat dari perbuatan jahatmu, maka pahala surga menantimu. Tetapi jika ini tidak terjadi, maka pahala neraka akan diberikan.

6. Iman Qada dan Qadar (Takdir)

Terakhir, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk meyakini takdir baik (qada) dan takdir buruk (qadar). Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah, Kadar dalam bahasa diartikan sebagai takdir. Pada saat yang sama, qada adalah hukum atau peraturan.

“Tiadalah sesuatu bencana yang menimpa bum i dan pada dirimu sekalian, melainkan sudah tersurat dalam kitab (Lauh Mahfudh) dahulu sebelum kejadiannya,” (Al-Hadid: 22).

Dengan beriman kepada Qatar dan Qadar, manusia menjadi kurang sombong, lupa bahwa dunia dan segala isinya hanyalah titipan sementara dari Allah.

Source : https://kangsantri.id/

Next Post

No more post

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *